| Kawasan Sentul Incar Konsumen Rumah Kedua |
| Ditulis oleh Apik | |
| Sunday, 10 May 2009 | |
JAKARTA, Tidak seperti rumah primer, kehadiran rumah kedua adalah merupakan pilihan sekunder bagi keluarga yang mapan. Pasalnya rumah kedua hanya digunakan untuk menghabiskan waktu bersama keluarga di akhir pekan dan liburan. Dan biasanya rumah kedua menawarkan eksotika alam yang hening dan nikmat.Makanya, rumah kedua banyak merebak di Sentul. Kawasan tersebut dianggap memiliki daya jual yang memikat bagi konsumen. Apalagi lingkungannya pun masih terlihat asri dan jauh dari kebisingan kota. “Rumah kedua ini berbeda dengan villa. Pasalnya rumah kedua ini hanya dimiliki dan digunakan oleh perseorangan saja bukan untuk kepentingan bisnis,” tandas Pengamat Properti Cushman and Wakefield Handa Sulaiman. Tak ayal, konsumen yang mengincar rumah kedua ini biasanya berasal dari kalangan menengah-atas. Mereka mengincar rumah seharga Rp 350 juta sampai Rp 1 miliar. Dengan memiliki rumah kedua mereka tidak perlu pusing merancang liburan ke luar kota. Nah, salah satu pengembang yang kini sedang gencar menawarkan rumah kedua bagi konsumen adalah Grand Sentul City. Mereka kini sedang memulai pembangunan 1.200 unit rumah di Grand Sentul City dengan luas lahan sekitar 40 hektare. “Dana investasinya ini mencapai Rp 100 miliar, “ kata Dani Wiratja, Property Advisor Grand Sentul City. Untuk tahap awal, mereka akan membangun sekitar 800 unit rumah. Sedangkan di tahap kedua mereka akan membangun sekitar 125 unit rumah. Sisanya akan dibangun di tahap ketiga. “Harga yang kami tawarkan itu mulai dari Rp 350 juta sampai Rp 1 miliar,” tukasnya. Sejauh ini, pengembang sudah menawarkan rumah yang dibangun di tahap I. Mereka menawarkan tiga tipe rumah yaitu Akasia 72/36, Alexia 45/98, dan Ambrosia 54/105. Rata-rata rumah yang sudah terjual mencapai 400 unit. “Dari jumlah itu sekitar 70 % adalah untuk rumah kedua,” ujarnya. Pengembang lain yang juga sedang memulai pembangunan adalah Sentul City. Mereka juga sedang bersiap untuk menyiapkan proyek Pine Forest di atas lahan seluas 20 hektare. Jumlah unit yang ditawarkan sekitar 460 unit. “Untuk rumah yang kami bangun ini menjual daya pikat hutan pinus,” tandas CEO Sentul City Antonius Hanifah Komala. Kendati demikian, pengembang enggan menyebutnya sebagai rumah kedua. Mereka menganggap rumah di Pine Forest ini bisa sebagai pilihan utama untuk tempat tinggal. Apalagi banyak konsumen dari Jakarta yang memilih hunian di Sentul City. (Sumber: kompas.com) |
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|


















JAKARTA, Tidak seperti rumah primer, kehadiran rumah kedua adalah merupakan pilihan sekunder bagi keluarga yang mapan. Pasalnya rumah kedua hanya digunakan untuk menghabiskan waktu bersama keluarga di akhir pekan dan liburan. Dan biasanya rumah kedua menawarkan eksotika alam yang hening dan nikmat.




