Pariwisata

Kurs Jual Beli

30-Jul-2010 / 16:02 WIB
Kurs Jual Beli
USD 9030.00 8880.00
SGD 6648.65 6514.65
HKD 1163.60 1142.30
JPY 105.18 102.45
EUR 11800.35 11577.35
sumber: KlikBCA.com

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini8
mod_vvisit_counterKemarin227
mod_vvisit_counterMinggu Ini1630
mod_vvisit_counterBulan Ini8
mod_vvisit_counterTotal80609

Pengunjung

Saat ini ada 14 pengunjung yang online
RokSlideshow - http://www.rocketwerx.com
Banyak Pilihan di Luar Kawasan Pusat Bisnis
Ditulis oleh Apik   
Sunday, 24 January 2010
Banyak Pilihan di Luar Kawasan Pusat Bisnis TREN pendirian gedung perkantoran saat ini tidak lagi terletak di pusat kota. Di Jakarta, misalnya, tidak lagi harus berada di pusat bisnis seperti di segitiga emas (Kuningan–Semanggi–Gatot Subroto) atau di Central District Business (CDB) Semanggi.Justru, semakin banyak perusahaan yang mengarahkan lokasi kantornya di luar area pusat bisnis dengan luas ruang kantor yang tidak terlalu luas. Pertimbangannya sederhana. Biaya sewa kantor bisa lebih murah dan jauh dari kemacetan.
Kepala Riset Jones Lang LaSale Anton Sitorus pun sependapat bahwa banyak perusahaan yang tidak lagi memakai tampang fisik kantor yang megah. Tak mengherankan, banyak pengembang yang mulai memalingkan perhatian ke luar pusat bisnis. Salah satunya adalah Grup Gapura Prima yang sedang menggarap proyek Gapura Prima Plaza (GP Plaza) di kawasan Slipi, Jakarta Barat. Proyek ini menggabungkan

perkantoran dengan apartemen.

Yang menarik, menurut Sekretaris Perusahaan Gapura Prima Rosihan Saad, meski proyek tersebut dalam proses pembangunan, animo pembeli sudah tampak tinggi, khususnya untuk bagian perkantoran. Namun, pihak Gapura tidak mau terburu-buru memasarkan proyek tersebut hingga betul-betul selesai. Maklum, investasi di bisnis perkantoran sangat menguntungkan lantaran pengembang cukup tinggal menyediakan ruang kosong.

Rosihan bilang, GP Plaza merupakan perkantoran yang memiliki fasilitas lengkap namun dengan harga yang lebih terjangkau. Selain itu, di area GP Plaza, bakal ada pusat perbelanjaan serta apartemen (mixed use complex).

Rencananya, pembangunan proyek berlantai 31 itu akan kelar 2011 nanti. Gapura Prima menawarkan komplek perkantoran tersebut dengan sistem strata title (jual unit). Rentang harganya sekitar Rp 1,3 miliar–Rp 2,3 miliar per unit. Adapun untuk apartemen, harga tipe ukuran studio (27,8 m²) sebesar Rp 425 juta per unit. Adapun tipe 55,6 m² sebesar Rp 850 juta.

Jika Gapura Prima baru mau mencicipi bisnis proyek perkantoran luar pusat bisnis, Intiland Development justru sudah lebih dulu berkecimpung di sana. Beberapa perkantoran di luar pusat bisnis sudah mereka kelola.

Seperti Wisma Manulife Indonesia, Gedung Graha Pratama di kawasan MT Haryono, serta Wisma Sarinah. Menurut Sekretaris Perusahaan Intiland, Theresia Rustandi, tingkat sewa ruangan (okupansi) di Graha Pratama malah sudah mendekati 100%. "Hampir penuh," katanya.

Namun, ada juga proyek perkantoran yang Intiland kelola berada di pusat bisnis. Seperti, Intiland Tower Jakarta yang berlokasi di Jalan Sudirman. Saat ini, Intiland sedang membenahi gedung perkantoran yang dulunya bernama Wisma Dharmala Sakti dari sisi interior dan eksterior supaya tetap dilirik para penyewa perkantoran.

Dengan cara ini, Intiland bisa bersaing dengan gedung perkantoran lain di sekitar Sudirman yang belum lama dibangun dengan fasilitas modern. "Kami kerap memperbaiki infrastruktur dan interior gedung," kata Theresia. Walhasil, saat ini, tingkat hunian Intiland Tower Jakarta jadi naik. Jika awal tahun, okupansi Intiland Jakarta baru 71%, kini sudah naik menjadi 90%.

Theresia bilang, makin bertambahnya tingkat okupansi lantaran makin banyak investtor masuk dan yang melakukan relokasi kantor. Para penyewa di gedung berlantai 23 itu kebanyakan berasal dari perusahaan bidang industri keuangan, auditor, konsultan, serta kedutaan besar.

Tak cuma di Jakarta saja, gedung perkantoran Intiland Tower Surabaya yang berlokasi di pusat bisnis kota buaya, juga mengalami kenaikan tingkat penyewa. Di awal tahun baru sekitar 74%, kini sudah mencapai 80%.

Meski tren perkantoran berada di luar pusat bisnis, tapi bagi gedung kantor yang prestisius di pusat bisnis tetap mendapat lirikan para pebisnis. Soalnya, lokasinya strategis dan memiliki kemudahan akses transportasi. (kontan.com)
 
< Sebelumnya   Selanjutnya >
SYARIF GEMILANG REALTY
Zaenal Abidin MK

Telp. : (0283)354176
Hp.   : 0815 488 788 31
email : admin@rumahtegal.com

Relasi Kami